Choir Gbi Bandung

Kamis, 22 Maret 2012

TIPS sederhana untuk para Vokalis

Yang ini tips sederhana dan kayanya wajib deh buat di terapkan oleh tiap vokalis, coba cek :

:.1.Hindari rokok & alkohol : Walaupun sebagian besar vokalis perokok coba deh kalo bisa dihindari karena bisa ngerusak pita suara kamu, efeknya memang gak langsung.

:.2.Hindari makan gorengan apalagi penggorengan, Ini udah jelas minyak tuh gak bagus buat tenggorokan, trus buat vokalis yang berdomisili di jakarta jangan sering-sering makan batagor di Bandung (jauh bo..cari yg deket aja,di depan SD inpres banyak tuh)

:.3.Banyak minum air putih Selain buat menetralisir, air putih bagus juga buat pencernaan, jadi kalo pencernaan kamu lancar nyanyinya juga enak kan?coba kamu bayangin ketika di atas panggung tiba-tiba kamu kebelet Pup, panas dingin pasti kan..

:.4.Jangan begadang Boleh aja sih kalo ada artinya (Rhoma Irama mode on). Jangan begadang pada saat besoknya kamu harus pentas atau take vocal. Lain halnya pada saat bulan puasa boleh deh tuh begadang sekalian ngelatih vokal keliling kampung bangunin orang sahur.

:.5.Hindari es dalam bentuk apapun, Mau es campur kek, es cendol kek, es tungtung kek termasuk air es juga lebih baik dihindari, Poin saranin minum air hangat 5 atau 10 menit sebelum manggung, tapi jangan banyak2!! yang ada kembung malahan. kalo semua tips di atas diterapkan dengan baik, kayanya kamu dah bisa disebut vokalis handal tuh... Semoga bermanfaat ya... terima kasih!!!

Pelamar Pelayanan

22 Maret 2012

Bacaan Setahun :
Yosua 1-4

Nats :
Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati (2 Korintus 4:1)

Pelamar Pelayanan

2 Korintus 4:1-5

Pernahkah Anda melihat atau setidaknya membayangkan kegembiraan seorang pelamar pekerjaan ketika ia dinyatakan diterima? Ia merasa sangat beruntung dan akan berterimakasih kepada mereka yang menetukan nasib baiknya tersebut. Ia pasti merasa berhutang budi kepada sang pemberi pekerjaan. Dalam pelayanan, pernahkah kita berpikir siapa bos dan siapa yang menjadi "pelamar pelayanan"?
Mengingat latar belakang hidup Paulus yang kelam, mendapatkan pengampunan atas segala dosanya saja sudah merupakan anugerah besar. Akan tetapi lebih dari itu, ia dipercaya menjadi rekan sekerja Allah untuk pekerjaan besar dan penting. Ia kemudian menjadi Rasul yang sangat giat dan militan karena ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia sadar, sebagai bekas seteru Allah, untuk melamar memohon pelayanan dan minta untuk dipercayai, ia sebenarnya tidak pantas. Kalau ia memperoleh lebih dari itu, bukankah itu sungguh karena belas kasihan dan kemurahan dari Allah Sang Pemilik pelayanan?

Sadarkah kita, seringkali kita bersikap seperti bos dan memperlakukan Allah seperti "pelamar pekerjaan"? Seringkali kita merasa "membantu" Allah dan menanam jasa ketika kita memutuskan untuk melayani. Mungkin kita merasa kalau kita berkata "ya" maka Allah akan sangat berterima kasih atas keputusan tersebut. Ini sebuah konsep yang tidak pantas terhadap Allah. Sadarlah, kalau kita diberi kesempatan melayani dalam bentuk apa pun, itu karena belas kasihan dan kemurahan Allah. Syukurilah dan manfaat kesempatan istimewa tersebut dengan bertanggung jawab atas anugerah-Nya. Hormatilah kepercayaan Allah! --PBS


SABDA

Selasa, 20 Maret 2012

BUKU HARIAN NENEK

Diane C. Pearson berkisah, “Nenekku menyimpan catatan harian tentang apa yang dia alami semasa hidupnya. Aku menemukan tumpukan kertas-kertas catatan hariannya itu setelah ia meninggal dunia. Hal-hal yang terjadi setiap hari dicatatnya didalam lembaran-lembaran kertas itu. Salah satu hal yang cukup menyedihkan adalah catatan tentang kesendiriannya dan bagaimana dia menangis setiap hari karena hal itu”.
Diane berhenti sejenak dan menarik nafas panjang. Kemudian dia melanjutkan kisahnya, “nenek menulis ‘suatu hari, Diane menelpon. Merupakan suatu hal yang ajaib bisa mendengar suaranya. “Setelah membaca bagian akhir dari buku harian neneknya ini, Diane sadar bahwa ternyata selama ini dia menjadi orang yang tidak memperhatikan kebutuhan neneknya. Dia adalah ibu muda yang sangat sibuk ketiaka neneknya menuliskan bagian tersebut. Padahal yang dibutuhkan neneknya sangat sederhana, yaitu mendengar suaranya. “Tidak terpikirkan olehku bahwa nenek merasa sendirian. Aku tidak pernah bermimpi bahwa sesuatu yang sederhana seperti menelpon selama 10 menit akan sangat berarti bagi nenek. Aku malu terhadap diriku sendiri, sebab aku bisa menelpon yang lain sesering mungkin. Membaca tulisan nenek tersebut membuatku sadar bahwa menelpon, mengirim surat atau berkunjung dapat membuat perbedaan didalam kehidupan seseorang”, jelas Diane dengan nada menyesal. Sejak kejadian itu, Dieane berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan keluargannya, terutama melalui telpon. Bahkan dia berusaha untuk memperhatikan orang lain, terutama meraka yang merasa sendirian di hari-harinya.
Merasa kesendirian bukan perkara yang sederhana . hal ini dapat berdampak besar didalam kehidupan seseorang. Orang tersebut akan dihantui dengan pikiran bahwa orang lain tidak ada yang memperhatikannya. Dia akan dibayangi dengan perasaan bahwa dirinya tidak berharga. Tidak ada keceriaan yang memancar dari wajahnya. Hidupnya selalu dipenuhi dengan rasa pesimis. Parahnya, dia akan melakukan sesuatu yang merugikan, bisa merugikan diri sendiri atau orang lain. Untuk itu, bukan kebetulan kalau Paulus member kesaksian bahwa bagi dirinya, tidak ada yang namanya “Merasa sendiri”, sebab sahabat sejatinya yaitu Tuhan, selalu datang untuk menghiburnya. Menariknya, dengan perasaan bahwa Tuhan sudah memperhatikannya, maka Paulus dimampukan untuk memperhatikan jemaat Tuhan, terutama jemaat Tuhan yang sedang mengalami tekanan dan aniaya.
Sebagai orang yang sudah diperhatikan Tuhan, kita dituntut untuk memperhatikan orang lain. Kunjungan disaat weekend, bisa membuat orang merasa terhormat. Telepon, sms, dan bbm yang menanyakan kabar atau kesehatan, juga bisa membuat orang merasa berharga. Bahkan, sapaan di pagi dan sore hari bisa membuat orang merasa berguna. Lakukan hal sederhana ini yang akan membangkitkan semangat hidup orang lain.

:)

Hobi Menyalahkan

20 Maret 2012

Bacaan Setahun :
Ulangan 30-31

Nats :
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati." (Samuel 12:13)

Hobi Menyalahkan

2 Samuel 12:1-14

Seorang pecandu narkoba ditanya mengapa ia bisa kecanduan. Ia pun bercerita panjang lebar tentang orangtua yang sering memarahinya, saudaranya yang tidak mengasihinya, pacar yang memutuskan hubungan cinta dengannya, juga guru dan teman-teman yang sering merendahkannya. Sang pecandu menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri.

Awalnya raja Daud juga menyalahkan orang kaya yang dilaporkan nabi Natan (ayat 5). Tak disangkanya, si orang kaya itu adalah cerminan dirinya. Ia sendii yang sudah merampas milik orang lain. Saya membayangkan Daud tercengang-cengang karena dosa yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi dibeberkan panjang lebar oleh nabi Natan (ayat 7-12). Sebagai raja, Daud bisa saja berdalih dan mencari alasan-alasan pembenaran, bahkan memecat Natan karena berani menegurnya. Namun ia sadar, ini adalah teguran dari Tuhan yang Mahatahu. Ia berdosa, bukan hanya pada sesama, tapi juga di hadapan Tuhan! Kesadaran ini membuat ia tak menuding orang lain atau situasi. Meski ia seorang raja besar, dengan jujur dan penuh sesal ia mengaku di hadapan Natan, "Aku sudah berdosa ...."Sebagai keturunan Adam, kita semua cenderung memiliki hobi menyalahkan orang lain. Kita ingin dianggap benar dan terhindar dari hukuman. Kita ingin tetap dianggap baik dan dihormati orang. Kita ingin terhindar dari rasa malu dan tuntutan Tuhan Yang Mahatahu. Patutlah kita belajar untuk mengakui dosa sebagaimana yang Daud lakukan. Pengakuan dan penyesalan yang sungguh-sungguh merupakan bagian dari pertobatan dan perubahan hidup. Tuhan yang setia dan adil menghargai pengakuan yang jujur di hadapan-Nya (lihat 1 Yohanes 1:9). --HEM


SABDA.org

Senin, 19 Maret 2012

Obaja Dan Edom

Bacaan Setahun :
Ulangan 28-29

Nats :
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau ... (Obaja 3)



Obaja 1:1-7

Tahukah Anda siapa Obaja? Setidaknya ada sebelas orang lain bernama sama yang disebutkan di Alkitab, tetapi satu pun tidak ada hubungannya dengan penulis kitab terpendek Perjanjian Lama ini. Tak ada catatan tentang asal usulnya. Satu-satunya yang kita tahu, Tuhan berkenan menyampaikan Firman-Nya melalui Obaja. Kontras dengan latar belakang si penulis, isi tulisannya berbicara tentang Edom, suatu bangsa yang besar dan terkenal, keturunan Esau. Ada banyak orang pintar di Edom, juga para pahlawan yang kuat (ayat 8-9). Namun, Tuhan tidak terkesan dan justru menghakimi mereka. Mengapa? Ayat 3 menyebutkan sebabnya. Angkuh. Ya, Edom merasa diri hebat dibanding Israel dan bangsa-bangsa lain. Seperti elang yang terbang tinggi, aman dari jangkauan manusia, ia merasa aman karena kehebatannya (ayat 4). Keangkuhan mengaburkan akal sehatnya, membuatnya tak dapat melihat keterbatasan dan kebutuhannya akan Tuhan. Melihat Edom, Tuhan muak. "Aku akan menurunkan engkau, " firman-Nya. Bukan hanya diturunkan, tetapi dihinakan sangat dan dihancurkan sampai tak bersisa (ayat 2, 5-6).

Ketika kita merasa diri cukup baik, tidak seperti orang lain yang punya kekurangan ini dan itu, ketika hanya bisa melihat kesalahan sesama dan kebaikan diri sendiri, ketika kita merasa Tuhan tidak perlu campur tangan karena kita bisa mengatasi sendiri, waspadalah! Seperti Edom, kita sedang diperdaya keangkuhan dan Tuhan tidak suka melihatnya. Ketika merasa karya kita tak berarti dan tak banyak orang menghargai, meski bersungguh hati mengikut Tuhan, ingatlah Obaja yang tidak dikenal dan bagaimana Tuhan mengenal dan berkenan memakainya. --ELS


SABDA.org

Minggu, 18 Maret 2012

Quote

Bila anda mulai ingin
Mengeluh lihat lah kebawah masih banyak orang yg lebih sengsara dari anda.

Bila anda mulai ingin sombong lihatlah ke atas masih banyak orang yg lebih kaya dari anda

:.Quote

Jumat, 16 Maret 2012

Sesama Versi Siapa?

16 Maret 2012

Bacaan Setahun :
Ulangan 17-20

Nats :
... kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Lukas 10:27b)

Sesama Versi Siapa?

Lukas 10:25-37

Operator telepon seluler di Indonesia berlomba-lomba memberikan tarif yang termurah bagi pelanggan, meski tarif murah itu berlaku hanya untuk sesama operator. Asal bertelepon dan berkirim pesan sesama operator, pasti menguntungkan. Saya pun mengamati munculnya kata sesama versi baru. Sesama berarti berada dalam komunitas yang sama, menggunakan jasa yang sama, dan menikmati keuntungan yang sama.

Kata sesama juga muncul dalam Hukum Kasih yang sudah turun-temurun diperdengarkan di kalangan orang Israel. Ketika seorang Ahli Taurat bertanya kepada Tuhan Yesus mengenai siapakah sesamaku manusia itu, Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawab tentang kesamaan bangsa, kepandaian, agama, jenis kelamin, status sosial, maupun fasilitas yang diterima. Sangat menarik! Yesus justru memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati. Tatkala ada seseorang yang jatuh ke tangan penyamun, dirampok, dipukul, dan ditinggalkan tak berdaya di jalan, siapakah yang turun menolong (ayat 30)? Imam dan orang Lewi, yang terkenal karena reputasi keagamaannya, melintasi jalan itu, tetapi tidak menggubris juga tidak berbelas kasih. Lalu, lewatlah orang Samaria. Ia menolong orang tersebut sampai tuntas dan pulih.

Orang Samaria bukan berasal dari komunitas sesama. Ia tidak menikmati keuntungan dari menolong orang yang tertimpa musibah itu. Ia justru harus repot, kehilangan waktu, tenaga, dan dana. Namun, inilah versi sesama yang Tuhan Yesus tegaskan kepada ahli Taurat, yaitu siapa pun yang menunjukkan hati yang berbelas kasih kepada orang yang membutuhkan seperti hati-Nya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah Anda dan saya menjadi sesama versi Tuhan Yesus? --SCL

Copyright - SABDA

Selasa, 13 Maret 2012

Tips Untuk Bisa Membaca Not Balok

Membaca not balok bukan merupakan hal yang mudah, apalagi bagi seseorang yang baru pertama kali belajar musik dan di wajibkan untuk dapat membaca not balok. Saya sendiri baru bisa membaca not balok 3 tahun yang lalu setelah mulai belajar gitar klasik. Sebelumnya saya tidak dapat membaca not balok sama sekali, sebab dari SD sampai SMA, saya diperbolehkan dan tidak pernah dimarahi ketika saya mengganti not balok tersebut ke dalam notasi not angka. Sehingga saya tidak pernah terbiasa untuk membaca not balok secara langsung dan saya menjadi malas membaca not balok tersebut. Setiap pelajaran seni musik, yang saya dan teman-teman saya lakukan adalah mengubah not balok menjadi not angka. Hal itu terbawa sampai saya mulai belajar gitar klasik dan saya kelimpungan karena tidak diperbolehkan untuk mengubah not balok yang ada di buku jadi not angka. Mabok dan pusing bukan main. Tapi ada beberapa cara yang saya lakukan untuk akhirnya saya bisa membaca not balok tersebut dalam kurun waktu 1 bulan. Berikut adalah cara yang saya lakukan: Latihan setiap hari, hal ini penting mengingat saya tidak terbiasa membaca “kecambah” yang bergelantungan sana sini dan bewarna hitam. Latihan tidak perlu sampai bercucuran keringat dan air mata, yang penting adalah setiap hari. Paling tidak setengah jam atau satu jam per harinya. Latihan dapat dilakukan dari buku yang didapat dari tempat les (kalau les musik), dari toko buku, dari teman yang punya partitur lagu sederhana dengan not balok, ataupun dari internet.
Memainkan instrumen musik setiap hari, hal ini terkait dengan poin nomor 1, dimana kita harus melatih kemampuan kita membaca not balok setiap hari. Memainkan instrumen yang kita pelajari secara rutin juga mempunyai keuntungan lain, yaitu kita dapat mengasah kemampuan kita untuk mengontrol serta mengeksplorasi instrumen musik tersebut.
Berlatih dalam keadaan relax, hal ini diperlukan agar otak kita dapat bekerja secara maksimal. Jika kita berlatih dalam keadaan tertekan karena dikejar waktu, sedang dalam keadaan marah, ataupun ngantuk, maka kita tidak akan bisa berlatih secara maksimal.
Tidak menghafalkan not balok, maksudnya di sini adalah bahwa kita jangan menghafalkan not balok seperti kita belajar sejarah atau pelajaran sekolah. Karena jika itu yang kita lakukan, maka kemungkinan besar kita akan cepat lupa ketika kita tidak pernah membaca not balok lagi. Sebaiknya kita cukup mengetahui lokasi not dalam garis paranada serta tempat kita meminkan nada tersebut dalam instrumen dan berlatih sambil melihat partiturnya, jangan dihafal mati-matian (do letaknya di sini, re letaknya di sana, dst.) Hafal itu pasti akan terjadi ketika kita sudah sering latihan dan sering memainkannya dengan instrumen yang kita tekuni (lihat poin 1 dan 2 :p)
Dari ke empat hal diatas saya akhirnya bisa membaca not balok meskipun kemampuan tersebut harus selalu dan tetap diasah setiap hari mengingat tingkat kesulitan lagu yang akan dimainkan pasti akan semakin tinggi. Dimana saya harus belajar mengenai ketukan serta tempo dan tanda istirahat yang ada dalam sebuah partitur musik sehingga menjadikan permainan menjadi lebih mengalir.

Jadi selamat mencoba mempraktikan 4 hal di atas yah. Dan buat yang punya tips lainnya jangan segan untuk menambahkan, siapa tahu dengan bertambahnya tips diatas, akan semakin membantu teman-teman yang sedang belajar membaca not balok...
Jane Pietra