Choir Gbi Bandung

Selasa, 21 November 2017

Jumat, 06 November 2015

Lyrics Christ the King

Christ the King Lyrics – Brooklyn Tabernacle Choir (2015)

pray
pray

 Christ the king my everything

I put my trust in You

Christ the King everything to you

Christ the king my everything

I give my life to You

Christ the king my everything I give my life to you
Repeat

Jumat, 16 Oktober 2015

BELAJAR MENJADI DIRIGEN / CONDUCTOR

Derigen
derigen
:.Derigen 
Istilah Dirigen (Belanda : dirigent; Inggris ; conductor) diartikan sebagai pemimpin dan pelatih (dalam hal ini, yang dimaksud adalah memimpin dan melatih sekelompok pemain musik atau paduan suara untuk memainkan karya musik). Jadi dirigen atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah pertunjukan musik/koor melalui gerak isyarat. Orkestra dan paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen. Seperti pada setiap cabang musik, dirigen adalah sebuah keterampilan yang harus diolah dengan hati-hati. Seseorang dirigen harus bisa memberikan latihan teknis dalam mempersiapkan suatu pergelaran, sekaligus memberikan penafsiran yang tepat untuk masing-masing lagu yang akan dinyanyikan. Disamping itu seseorang dirigen harus mampu menguasai musik secara teknis sehingga apabila menghadapi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anggota kelompok yang dipimpinnya dan dapat segera memberikan jalan keluar. Dirigen atau Conductors menggunakan jenis musik bahasa isyarat yang terdiri dari tangan, lengan dan gerak-gerik wajah daripada bicara untuk berkomunikasi dengan musisi (peserta paduan suara) dalam ansambel. Menjadi seorang dirigen adalah pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan syarat-syarat yang harus dipenuhinya, baik secara fisik maupun mental. Adapun syarat-syarat tersebut adalah Syarat-syaratseorang Dirigen/ Conductor yang baik : a. Seorang Dirigen harus Berwibawa Seorang dirigen harus mempunyai wibawa yang memadai, karena dia harus memimpin sekian puluh orang yang harus taat kepada aturan-aturan (baik teknis maupun naskah lagu) Sebagai seorang pemimpin dia harus mampu memberi sugesti dan motivasi kepada anggota kelompok yang dipimpinnya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. b. Seorang Dirigen harus Musikal Seorang dirigen harus mempunyai bakat musik yang memadai misalnya : mempunyai kepekaan untuk merasakan Picth yang kurang pas/kurang tepat. Segera tahu faktor-faktor kesulitan pada sebuah lagu /karya musik dan dapat memberikan jalan keluar yang tepat. c. Seorang Dirigen Mempunyai Pengetahuan Musik Seorang dirigen harus mempunyai pengetahuan musik yang baik misalnya secara teknis tentang teori musik (akord-akord, bentuk-bentuk, musik, orkestrasi dll.) bahkan tidak jarang seseorang komponis juga merangkap sebagai seorang dirigen. Dengan pengetahuan musik yang lengkap tadi diharapkan dalam menyajikan suatu karya musik tidak mengalami salah penafsiran. d. Seorang Dirigen harus Mempunyai Imajinasi Seorang dirigen dengan kemampuan imajinasi yang baik harus bisa mengungkapkan / mengekspresikan pesan-pesan yang ada pada catatan musik/partitur tersebut menjadi sajian musik yang bisa dimengerti penontonnya. e. Seorang Dirigen harus Sehat Seorang dirigen yang menjadi tumpuan dari sekian banyak anggota kelompok yang dipimpinnya. Dalam memimpin suatu pertunjukan musik atau koor, Ia akan berdiri terus menerus dan akan melakukan berbagai gerakan tangan. Dan pandangannya harus merata ke semua pemain musik atau paduan suara. f. Seorang Dirigen harus tampak simpatik Seorang dirigen hendaknya berpakaian rapi dan penampilannya meyakinkan. Karena semua pemain musik atau peserta koor, bahkan penonton akan selalu memandangnya. Baton atau tongkat dirigen Ketika memimpin sebuah pertunjukan musik atau koor, seorang dirigen biasanya memegang tongkat dirigen atau disebut juga baton. Tongkat tersebut hampir serupa dengan lidi dan biasanya diberi warna putih dengan panjang tidak lebih dari 60 cm. Baton berfungsi sebagai penyambung tangan dirigen karena baton tidak diperlukan apabila dirigen memimpin ensambel kecil/kelompok paduan suara kecil yang anggotanya kurang dari 50 orang. Baton baru terasa fungsinya apabila kita memimpin orkestra/ensambel besar dengan jumlah anggota yang banyak (lebih dari 50 orang). Teknik mendirigen Penampilan seorang dirigen dalam memimpin paduan suara atau kelompok ensambel lainnya harus jelas, tegas dan dapat dilihat oleh semua anggota kelompok yang dipimpinnya. Cara-cara seseorang dirigen dalam memimpin adalah sebagai berikut a. Posisi Berdiri Badan lurus posisi salah satu kaki sedikit maju. Kedua tangan kira-kira di depan dada dengan posisi siku disamping kiri badan. Posisi tangan kanan boleh sejajar dengan tangan kiri atau sedikit lebih tinggi. b. Gerak Tangan Pembagian tugas tangan kanan adalah memberi tempo, sedang tangan kiri memberikan dinamika. Pada hitungan pertama musik, gerakan tangan selalu mengarah ke bawah (jatuh), sedangkan hitungan terakhir selalu mengarah ke atas. c. Aba-aba dalam memberi aba-aba kita harus mengetahui tanda metrum lagu tersebut. Berikut ini pola gerakan tangan saat memberi aba-aba sesuai dengan tanda metrum.

Beberapa pola gerakan tangan dalam memberi aba-aba :
:.Pola gerakan birama 2/4
birama 2/4
2/4

:.Pola gerakan birama 3/4 
3/4
3/4



















:.Pola gerakan birama 4/4
4/4
4/4



















:.Pola gerakan birama 6/8
6/8
6/8










Minggu, 22 Juli 2012

Tak Bisa Dibungkam

22 Juli 2012

Bacaan Setahun :
Yesaya 31-34

Nats :
Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar. (Kisah Pr. Rasul 4:20)

Tak Bisa Dibungkam

Kisah Para Rasul 4:1-22

Jika menonton film yang bagus, saya akan bersemangat memujinya di Facebook, di Twitter, atau menulis ulasan di blog. Saya akan menjadikannya bahan obrolan, menyarankan teman untuk menontonnya, dan suatu saat menontonnya lagi--mungkin sampai berulang-ulang. Hal serupa bisa berlaku untuk buku, lagu, gadget, makanan, tempat wisata, atau berbagai produk lain. Tanpa disuruh-suruh, kita cenderung menjadi "juru iklan" bagi produk yang kita sukai.

Rabu, 11 Juli 2012

Satu Pelajaran Berharga

merenung
Model
Saya pulang bekerja, duduk di kursi terdekat, dan membuka lembaran koran yang sudah saya bawa dari depan rumah. Sebuah berita bisnis menarik perhatian saya karena ada seorang wanita lokal yang berhasil mendapatkan hadiah dari bank, dengan fotonya terpampang jelas. Dia adalah teman kelas saya di SMP, saya ingat. Dia telah menjadi ‘seseorang’, mengapa saya belum? pikir saya dalam hati. Saya mengalami hari yang panjang dalam karir sebagai perawat, saya pulang dengan rasa penat luar biasa dan tidak bersemangat. Kehidupan keuangan masih tidak lancar dan mengingat tentang masa SMP tidak membantu saya sama sekali. Saya hanyalah gadis aneh dengan pakaian yang konyol. Bahkan saya menggunakan kacamata yang tebal dan besar dengan frame yang jelek. Saya sudah membuang buku tahunan sekolah saya yang memuat foto saya dulu dan tidak pernah melihatnya lagi. Semua anak gadis pada masa SMP saya yang terkenal sepertinya menggunakan jeans yang didesain khusus, begitu juga anak laki-laki. Mereka kelihatan begitu sempurna dalam berpakaian, tapi bukan saya.

Selasa, 10 Juli 2012

Jawaban Seorang Anak Ketika Anjingnya Meninggal

      Karena pekerjaan saya sebagai dokter hewan, suatu hari saya pernah dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing Wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing yang bernama Ron, istrinya Lisa, dan anak lelaki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh, apapun penyakitnya. Setelah saya memeriksa Belker, saya menemukan bahwa dia menderita penyakit kanker dan dia dalam proses yang sangat riskan untuk bisa hidup lama. Saya katakan kepada keluarga tersebut bahwa kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker, dan menawarkan kepada mereka solusi euthanasia (memberikan suntikan untuk memberikan kematian secara cepat) kepada Belker, anjing tua di rumah mereka tersebut. Kami pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahukan kepada saya bahwa mungkin ada baiknya anak mereka yang masih berumur 6 tahun itu diperhadapkan dengan kenyataan ini dan melihat sendiri secara langsung bagaimana prosesnya.

Rabu, 27 Juni 2012

READER FOR LEADERS :.Temukanlah sesuatu yang sungguh-sungguh anda nikmati dalam melakukannya, kemudian lakukanlah itu dengan baik.:

Profesor Basil L. Gildersleeve dari John Hopkins University pernah diwawancarai untuk The Saturday Evening Post. Pada saat itu, sang profesor tua dianggap sebagai sarjana bahasa Yunani terbaik di Amerika, dan karyanya telah di beri penghargaan oleh sejumlah organisasi dan masyarakat di seluruh dunia. Si pewawancarabertanya kepada profesor Gildersleeve apa yang dianggapnya sebagai penghargaan atau pujian tertinggi yang pernah di terimanya. Ia berfikir sesaat, lalu menjawab “saya yakin itu adalah ketika salah satu mahasiswa saya berkata, “Profesor, anda sangat bersenang-senang dengan pikiran anda!””

Selasa, 26 Juni 2012

READER for LEADERS :.Teruslah menetapkan sasaran baru.:

READER for LEADERS

Banyak orang menghadapi godaan untuk mengendur begitu mereka mencapai suatu tujuan. Pada saat itu, mudah untuk membiarkan keresahan dan kekurangan masa silam berlalu dan menerima ilusi bahwa tujuan sudah dicapai. Para atlet profesional sangat menyadari bahaya puas diri seperti itu. Bahkan ketika berada dalam penampilan puncak mereka, mereka menghadapi tantangan memperisapkan diri untuk untuk saat keterampilan mereka memudar dan pujian berakhir. Mereka yang tidak bersiap-siap untuk ini, seringkali terdampar di karier kurang berarti, dan beberapa bahkan jatuh sama sekali. Pada tahun 1960an, Dave Bing merupakan pengumpul terbanyak skor NBA dalam tahun keduanya sebagai pemain Detroit Piston. Kini, ia masih dianggap sebagai salah satu pemain bola basket terbaik. Bing berpikir kedepan. Sebelum ia menjadi profesional, ia kuliah di Syracuse University. Para penasehatnya menyarankan dia untuk melewatkan pelajaran-pelajaran serius dan meraih gelar dengan “mudah”. Bing menolak, ia malah mengambil kelas bisnis yang sulit. Selama tahun-tahun profesionalnya, ia meneruskan pendidikannya, membaca dengan lahap dalam perjalanan, dan di sela-sela musim pertandingan ia bekerja di bank, pabrik baja, dan Chrysler Corporation. Kini, ia adalah CEO dari tiga perusahan yang berniai jutaan dolar yang memperkejakan lebih dari 300.000 orang dan merupakan salah satu pengusaha kulit hitam tersukses di Amerika. Jangan biarkan satu keberhasilan menahan anda dari terus mengejar hal-hal yang lebih besar dan lebih baik. Teruslah menetapkan sasaran baru, dan anda akan meraih hal-hal yang tidak pernah anda bayangkan dapat anda raih ***

Selasa, 05 Juni 2012

Bukan Sekadar Lewat

05 Juni 2012

Bacaan Setahun :
Amsal 10-12

Nats :
"Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)

Bukan Sekadar Lewat

Mazmur 1:1-6

Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."

Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.

Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya. --ELS

SABDA.

Selasa, 01 Mei 2012

Hati Penuh Pujian

01 Mei 2012

Bacaan Setahun :
Mazmur 133

Nats :
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:16-18)

Hati Penuh Pujian

1 Tesalonika 5:12-22

Pada 1960, Dean Denler, suami Ruth Meyers (penulis 31 Days of Praise), dirawat karena kanker terminal. Saat itulah ia memutuskan untuk membuat kamar rumah sakitnya suatu tempat kediaman istimewa bagi Tuhan. "Aku akan memuji Tuhan sepanjang kekekalan, " katanya kepada Ruth, "tapi hanya selama waktuku yang singkat di bumi aku dapat membawa kesukaan bagi-Nya dengan memuji Dia di tengah kesakitan." Ketika meninggal, teman dekatnya berkata, "Kamar Dean menjadi suatu tempat suci, ranjangnya sebuah mimbar; dan semua yang datang untuk menghiburnya diberkati." Lagu pujian memang tidak menyembuhkan fisik Dean. Namun, orang dapat mencermati bagaimana pujian yang lahir dari hati penuh syukur mengubah cara pandangnya terhadap penyakit; dan membawa orang lain memuliakan Allah.

Paulus juga berpesan agar jemaat di Tesalonika bersyukur dalam segala hal (ayat 18). Mengapa? Sebab itulah yang dikehendaki Tuhan. Ya, Anda tidak salah baca. Mengucap syukur dalam segala hal adalah kehendak Kristus. Sukacita dan syukur jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi banyak orang, bukan karena segala sesuatu lancar bagi mereka (lihat 1 Tesalonika 1:6-9). Penindasan tidak menghalangi hati yang dipenuhi syukur melahirkan pujian bagi Tuhan.

Dalam hal apa atau saat-saat seperti apakah Anda memuji Tuhan bersukacita dan bersyukur kepada-Nya? Apakah pujian Anda kepada Tuhan kerap dipengaruhi keadaan sekitar? Pujilah Tuhan, sebab itulah kehendak-Nya. Itu menyukakan hati-Nya, dan membawa orang lain memandang kemuliaan-Nya. --

SABDA

Senin, 30 April 2012

Sudah Tahu Akhirnya

30 April 2012

Bacaan Setahun :
2 Samuel 5
1 Tawarikh 11-12

Nats :
Kemudian aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi r (Wahyu 19:6)

Sudah Tahu Akhirnya

Wahyu 19:1-21

Saya tak pernah melewatkan satu pun tayangan X-Men. Namun, saat film terbaru tayang dan mengisahkan asal-usul salah satu tokohnya, Wolverine, saya merasa tidak terlalu antusias. Alasannya, saya sudah tahu seperti apa akhir ceritanya: Wolverine pasti tetap hidup. Kalau ia mati, kisah X-Men akan berantakan. Lalu saya sadar bahwa meski saya sudah tahu akhir ceritanya, saya belum tahu bagaimana cerita itu berkembang hingga selesai. Inilah yang membuat X-Men menarik.

Demikian juga dengan akhir dunia. Kitab Wahyu membeberkan akhir ceritanya: Tuhan pasti mengalahkan Si Jahat, menyempurnakan kembali Kerajaan-Nya, dan memulihkan kembali seluruh ciptaan. "Binatang itu pun tertangkap dan bersama-sama dengan dia nabi palsu .... Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala dengan belerang" (ayat 20). Namun begitu, tahu bagaimana cerita berakhir tak boleh membuat kita berdiam diri. Kebenaran ini memberi kita hak istimewa untuk ambil bagian dalam jalan cerita serta mengalami bagaimana akhir ceritanya; menjadi bagian dari orang-orang yang berseru: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! ..." (ayat 6-7).

Mari ambil bagian dalam cerita tersebut; terlibat dalam karya pelayanan-Nya. Tak terbatas pada pelayanan gerejawi, tetapi juga pekerjaan, keluarga, masyarakat, bahkan dunia. Diiringi keyakinan pengharapan bahwa apa yang kita lakukan tidak sia-sia; kita tahu bahwa pada akhirnya Dia yang kita layani akan bertakhta sampai selama-lamanya. --


SABDA.

Senin, 23 April 2012

Mempersembahkan Hidup

23 April 2012

Bacaan Setahun :
Mazmur 43-45, 49, 84-85, 87

Nats :
"Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya." (Lukas 21:4)

Mempersembahkan Hidup

Lukas 21:1-4

Kita terkadang bingung jika ditanya tentang persembahan. Sepersepuluh dari penghasilankah? Atau, berapa nominal persembahan yang menyukakan-Nya? Sebuah pelajaran penting bisa kita dapat dari kisah janda miskin yang menghaturkan persembahan.

Jika saat itu kita ada di Bait Allah, kita akan melihat pemandangan yang kontras: di antara orang-orang kaya yang memasukkan persembahan ke dalam peti persembahan, ada janda miskin yang memasukkan "hanya" dua uang tembaga-pecahan uang paling kecil (ayat 2)! Manakah dari kedua persembahan itu yang Tuhan apresiasi? Tak disangka, persembahan si janda miskin me-nyukakan hati-Nya. Meski jumlahnya sangat tak bernilai untuk dipuji, tetapi di mata Tuhan Yesus, persembahannya lebih bernilai dibandingkan persembahan orang-orang kaya (ayat 3). Tuhan melihat arti uang sejumlah itu bagi si janda miskin. Itu jumlah uang yang ia miliki untuk melanjutkan hidupnya-nafkahnya (ayat 4). Dalam soal memberi kepada Allah, janda miskin tak perhitungan. Ia memberikan seluruh miliknya. Kemiskinan bukan alasan baginya untuk tak memberi persembahan kepada Allah! Ia percaya Allah memelihara hidupnya. Ia meletakkan kepercayaannya kepada Allah, bukan pada uang yang ia miliki! Inilah persembahan yang menyukakan Tuhan!

Randy Alcorn, dalam Prinsip Harta, menulis: "Selama saya memiliki sesuatu, saya meyakini bahwa sayalah pemiliknya. Namun, saat saya memberikannya, saya melepaskan kendali, kekuasaan, dan harga diri yang mengiringi kekayaan ... saya menyadari bahwa Allah-lah Sang Pemilik." Sudahkah kita menghaturkan persembahan dengan diiringi keyakinan bahwa Dialah pemilik harta kita? Selamat mempersembahkan yang terbaik.

SABDA.

Rabu, 11 April 2012

Tersungkur Untuk Bersyukur

11 April 2012

Bacaan Setahun :
1 Samuel 15-17

Nats :
Salah seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu sujud di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu orang Sa (Lukas 17:15-16)

Tersungkur Untuk Bersyukur

Lukas 17:11-19

Pengemis buta duduk di emper toko. Di sebelahnya ada papan bertuliskan, "Saya buta, kasihanilah saya". Pria tua menghampirinya dan mengganti tulisan di papan, "Hari ini indah, sayangnya saya tak bisa melihatnya". Tulisan di papan itu mengungkapkan hal yang sama, tetapi dengan cara berbeda. Yang pertama mengatakan bahwa pengemis itu buta; yang kedua mengatakan bahwa orang yang lalu-lalang sangat beruntung bisa melihat. Akhirnya, banyak orang memberi koin kepa-da pengemis itu setelah tulisannya diganti. Orang-orang itu bersyukur.

Bersyukur dan memuliakan Allah, itulah yang sedang diajarkan Yesus. Sepuluh orang sakit kusta memohon kesembuhan (ayat 13). Namun, Tuhan Yesus malah meminta mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam (ayat 14). Dan, semua sembuh di tengah perjalanan. Adakah yang kembali kepada Dia? Ada! Namun, cuma satu-orang Samaria-yang kembali sambil memuliakan Allah dengan nyaring (ayat 15). Ia sujud; mengucap syukur di kaki Yesus, sebab ia bisa kembali menjalani kehidupan normal. Bagaimana dengan kesembilan orang lainnya? Datang kepada imam dan menunjukkan diri bahwa mereka tahir lebih penting daripada kembali dan bersyukur kepada Yesus.

Anugerah Allah yang "menyembuhkan" kita dari "penyakit" dosa dan maut semestinya mewujud dalam ucapan syukur. Mari melihat kembali isi doa kita. Dari sekian banyak doa permohonan, adakah ucapan syukur mengalir? Allah layak menerima syukur kita. Dia layak dimuliakan karena Pribadi-Nya dan karena apa yang telah Dia perbuat bagi kita. Selamat bersyukur! --ENO

SABDA.

Senin, 02 April 2012

Bapa, Muliakanlah Nama-Mu!

02 April 2012

Bacaan Setahun :
Hakim-Hakim 10-12

Nats :
"Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!" (Yohanes 12:27-28a)

"Bapa, Muliakanlah Nama-Mu!"

Yohanes 12:20-36

Pernahkah Anda dicekam ketakutan yang sangat, hati gundah-gelisah, rasanya sangat ingin berteriak? Kurang lebih seperti itulah pergolakan emosi Tuhan Yesus menjelang hari ia disalib, yang diterjemahkan: "hati-Ku cemas" (BIS), "I am storm-tossed [badai menerjangku]" (The Message), "My soul is deeply troubled [jiwaku sangatlah gelisah]" (NLT). Yesus tahu "telah tiba saatnya" Bapa akan menyatakan kemuliaan-Nya (ayat 23), dengan mengalahkan penguasa dunia, yaitu setan (ayat 31), dan membawa semua orang datang kepada-Nya (ayat 32). Namun, itu artinya Dia harus menderita dan mati disalib (ayat 33). Apa yang akan Anda doakan jika berada dalam posisi Yesus? Minta kekuatan ekstra? Mukjizat dari surga? Yesus tahu persis untuk apa Dia diutus ke dunia, mempermuliakan Bapa dengan jalan menyerahkan nyawa-Nya. Dan, Dia taat sampai mati. Doa-Nya, bukan minta dibebaskan dari situasi sulit, bahkan bukan kekuatan ekstra untuk bertahan, melainkan supaya Bapa mempermuliakan diri-Nya sendiri melalui ketaatan-Nya , itulah yang berkenan kepada Bapa (ayat 27-28).

Seperti Bapa telah mengutus-Nya, demikian pula Yesus telah mengutus kita yang telah diselamatkan-Nya ke dalam dunia ini (lihat Yohanes 17:18-20). Setan tak berdaya dan dunia tak dapat berdalih ketika keberadaan anak-anak Tuhan membuat-Nya makin dikenal dan dipuji. Bagaimana orang dapat melihat kemuliaan Tuhan melalui: konflik dalam rumah tangga, pekerjaan yang berat, tabungan yang menipis, dan berbagai situasi sulit yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita saat ini? --ELS

SABDA

Kamis, 22 Maret 2012

TIPS sederhana untuk para Vokalis

Yang ini tips sederhana dan kayanya wajib deh buat di terapkan oleh tiap vokalis, coba cek :

:.1.Hindari rokok & alkohol : Walaupun sebagian besar vokalis perokok coba deh kalo bisa dihindari karena bisa ngerusak pita suara kamu, efeknya memang gak langsung.

:.2.Hindari makan gorengan apalagi penggorengan, Ini udah jelas minyak tuh gak bagus buat tenggorokan, trus buat vokalis yang berdomisili di jakarta jangan sering-sering makan batagor di Bandung (jauh bo..cari yg deket aja,di depan SD inpres banyak tuh)

:.3.Banyak minum air putih Selain buat menetralisir, air putih bagus juga buat pencernaan, jadi kalo pencernaan kamu lancar nyanyinya juga enak kan?coba kamu bayangin ketika di atas panggung tiba-tiba kamu kebelet Pup, panas dingin pasti kan..

:.4.Jangan begadang Boleh aja sih kalo ada artinya (Rhoma Irama mode on). Jangan begadang pada saat besoknya kamu harus pentas atau take vocal. Lain halnya pada saat bulan puasa boleh deh tuh begadang sekalian ngelatih vokal keliling kampung bangunin orang sahur.

:.5.Hindari es dalam bentuk apapun, Mau es campur kek, es cendol kek, es tungtung kek termasuk air es juga lebih baik dihindari, Poin saranin minum air hangat 5 atau 10 menit sebelum manggung, tapi jangan banyak2!! yang ada kembung malahan. kalo semua tips di atas diterapkan dengan baik, kayanya kamu dah bisa disebut vokalis handal tuh... Semoga bermanfaat ya... terima kasih!!!

Pelamar Pelayanan

22 Maret 2012

Bacaan Setahun :
Yosua 1-4

Nats :
Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati (2 Korintus 4:1)

Pelamar Pelayanan

2 Korintus 4:1-5

Pernahkah Anda melihat atau setidaknya membayangkan kegembiraan seorang pelamar pekerjaan ketika ia dinyatakan diterima? Ia merasa sangat beruntung dan akan berterimakasih kepada mereka yang menetukan nasib baiknya tersebut. Ia pasti merasa berhutang budi kepada sang pemberi pekerjaan. Dalam pelayanan, pernahkah kita berpikir siapa bos dan siapa yang menjadi "pelamar pelayanan"?
Mengingat latar belakang hidup Paulus yang kelam, mendapatkan pengampunan atas segala dosanya saja sudah merupakan anugerah besar. Akan tetapi lebih dari itu, ia dipercaya menjadi rekan sekerja Allah untuk pekerjaan besar dan penting. Ia kemudian menjadi Rasul yang sangat giat dan militan karena ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia sadar, sebagai bekas seteru Allah, untuk melamar memohon pelayanan dan minta untuk dipercayai, ia sebenarnya tidak pantas. Kalau ia memperoleh lebih dari itu, bukankah itu sungguh karena belas kasihan dan kemurahan dari Allah Sang Pemilik pelayanan?

Sadarkah kita, seringkali kita bersikap seperti bos dan memperlakukan Allah seperti "pelamar pekerjaan"? Seringkali kita merasa "membantu" Allah dan menanam jasa ketika kita memutuskan untuk melayani. Mungkin kita merasa kalau kita berkata "ya" maka Allah akan sangat berterima kasih atas keputusan tersebut. Ini sebuah konsep yang tidak pantas terhadap Allah. Sadarlah, kalau kita diberi kesempatan melayani dalam bentuk apa pun, itu karena belas kasihan dan kemurahan Allah. Syukurilah dan manfaat kesempatan istimewa tersebut dengan bertanggung jawab atas anugerah-Nya. Hormatilah kepercayaan Allah! --PBS


SABDA

Selasa, 20 Maret 2012

BUKU HARIAN NENEK

Diane C. Pearson berkisah, “Nenekku menyimpan catatan harian tentang apa yang dia alami semasa hidupnya. Aku menemukan tumpukan kertas-kertas catatan hariannya itu setelah ia meninggal dunia. Hal-hal yang terjadi setiap hari dicatatnya didalam lembaran-lembaran kertas itu. Salah satu hal yang cukup menyedihkan adalah catatan tentang kesendiriannya dan bagaimana dia menangis setiap hari karena hal itu”.
Diane berhenti sejenak dan menarik nafas panjang. Kemudian dia melanjutkan kisahnya, “nenek menulis ‘suatu hari, Diane menelpon. Merupakan suatu hal yang ajaib bisa mendengar suaranya. “Setelah membaca bagian akhir dari buku harian neneknya ini, Diane sadar bahwa ternyata selama ini dia menjadi orang yang tidak memperhatikan kebutuhan neneknya. Dia adalah ibu muda yang sangat sibuk ketiaka neneknya menuliskan bagian tersebut. Padahal yang dibutuhkan neneknya sangat sederhana, yaitu mendengar suaranya. “Tidak terpikirkan olehku bahwa nenek merasa sendirian. Aku tidak pernah bermimpi bahwa sesuatu yang sederhana seperti menelpon selama 10 menit akan sangat berarti bagi nenek. Aku malu terhadap diriku sendiri, sebab aku bisa menelpon yang lain sesering mungkin. Membaca tulisan nenek tersebut membuatku sadar bahwa menelpon, mengirim surat atau berkunjung dapat membuat perbedaan didalam kehidupan seseorang”, jelas Diane dengan nada menyesal. Sejak kejadian itu, Dieane berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan keluargannya, terutama melalui telpon. Bahkan dia berusaha untuk memperhatikan orang lain, terutama meraka yang merasa sendirian di hari-harinya.
Merasa kesendirian bukan perkara yang sederhana . hal ini dapat berdampak besar didalam kehidupan seseorang. Orang tersebut akan dihantui dengan pikiran bahwa orang lain tidak ada yang memperhatikannya. Dia akan dibayangi dengan perasaan bahwa dirinya tidak berharga. Tidak ada keceriaan yang memancar dari wajahnya. Hidupnya selalu dipenuhi dengan rasa pesimis. Parahnya, dia akan melakukan sesuatu yang merugikan, bisa merugikan diri sendiri atau orang lain. Untuk itu, bukan kebetulan kalau Paulus member kesaksian bahwa bagi dirinya, tidak ada yang namanya “Merasa sendiri”, sebab sahabat sejatinya yaitu Tuhan, selalu datang untuk menghiburnya. Menariknya, dengan perasaan bahwa Tuhan sudah memperhatikannya, maka Paulus dimampukan untuk memperhatikan jemaat Tuhan, terutama jemaat Tuhan yang sedang mengalami tekanan dan aniaya.
Sebagai orang yang sudah diperhatikan Tuhan, kita dituntut untuk memperhatikan orang lain. Kunjungan disaat weekend, bisa membuat orang merasa terhormat. Telepon, sms, dan bbm yang menanyakan kabar atau kesehatan, juga bisa membuat orang merasa berharga. Bahkan, sapaan di pagi dan sore hari bisa membuat orang merasa berguna. Lakukan hal sederhana ini yang akan membangkitkan semangat hidup orang lain.

:)

Hobi Menyalahkan

20 Maret 2012

Bacaan Setahun :
Ulangan 30-31

Nats :
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati." (Samuel 12:13)

Hobi Menyalahkan

2 Samuel 12:1-14

Seorang pecandu narkoba ditanya mengapa ia bisa kecanduan. Ia pun bercerita panjang lebar tentang orangtua yang sering memarahinya, saudaranya yang tidak mengasihinya, pacar yang memutuskan hubungan cinta dengannya, juga guru dan teman-teman yang sering merendahkannya. Sang pecandu menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri.

Awalnya raja Daud juga menyalahkan orang kaya yang dilaporkan nabi Natan (ayat 5). Tak disangkanya, si orang kaya itu adalah cerminan dirinya. Ia sendii yang sudah merampas milik orang lain. Saya membayangkan Daud tercengang-cengang karena dosa yang dilakukannya secara sembunyi-sembunyi dibeberkan panjang lebar oleh nabi Natan (ayat 7-12). Sebagai raja, Daud bisa saja berdalih dan mencari alasan-alasan pembenaran, bahkan memecat Natan karena berani menegurnya. Namun ia sadar, ini adalah teguran dari Tuhan yang Mahatahu. Ia berdosa, bukan hanya pada sesama, tapi juga di hadapan Tuhan! Kesadaran ini membuat ia tak menuding orang lain atau situasi. Meski ia seorang raja besar, dengan jujur dan penuh sesal ia mengaku di hadapan Natan, "Aku sudah berdosa ...."Sebagai keturunan Adam, kita semua cenderung memiliki hobi menyalahkan orang lain. Kita ingin dianggap benar dan terhindar dari hukuman. Kita ingin tetap dianggap baik dan dihormati orang. Kita ingin terhindar dari rasa malu dan tuntutan Tuhan Yang Mahatahu. Patutlah kita belajar untuk mengakui dosa sebagaimana yang Daud lakukan. Pengakuan dan penyesalan yang sungguh-sungguh merupakan bagian dari pertobatan dan perubahan hidup. Tuhan yang setia dan adil menghargai pengakuan yang jujur di hadapan-Nya (lihat 1 Yohanes 1:9). --HEM


SABDA.org

Senin, 19 Maret 2012

Obaja Dan Edom

Bacaan Setahun :
Ulangan 28-29

Nats :
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau ... (Obaja 3)



Obaja 1:1-7

Tahukah Anda siapa Obaja? Setidaknya ada sebelas orang lain bernama sama yang disebutkan di Alkitab, tetapi satu pun tidak ada hubungannya dengan penulis kitab terpendek Perjanjian Lama ini. Tak ada catatan tentang asal usulnya. Satu-satunya yang kita tahu, Tuhan berkenan menyampaikan Firman-Nya melalui Obaja. Kontras dengan latar belakang si penulis, isi tulisannya berbicara tentang Edom, suatu bangsa yang besar dan terkenal, keturunan Esau. Ada banyak orang pintar di Edom, juga para pahlawan yang kuat (ayat 8-9). Namun, Tuhan tidak terkesan dan justru menghakimi mereka. Mengapa? Ayat 3 menyebutkan sebabnya. Angkuh. Ya, Edom merasa diri hebat dibanding Israel dan bangsa-bangsa lain. Seperti elang yang terbang tinggi, aman dari jangkauan manusia, ia merasa aman karena kehebatannya (ayat 4). Keangkuhan mengaburkan akal sehatnya, membuatnya tak dapat melihat keterbatasan dan kebutuhannya akan Tuhan. Melihat Edom, Tuhan muak. "Aku akan menurunkan engkau, " firman-Nya. Bukan hanya diturunkan, tetapi dihinakan sangat dan dihancurkan sampai tak bersisa (ayat 2, 5-6).

Ketika kita merasa diri cukup baik, tidak seperti orang lain yang punya kekurangan ini dan itu, ketika hanya bisa melihat kesalahan sesama dan kebaikan diri sendiri, ketika kita merasa Tuhan tidak perlu campur tangan karena kita bisa mengatasi sendiri, waspadalah! Seperti Edom, kita sedang diperdaya keangkuhan dan Tuhan tidak suka melihatnya. Ketika merasa karya kita tak berarti dan tak banyak orang menghargai, meski bersungguh hati mengikut Tuhan, ingatlah Obaja yang tidak dikenal dan bagaimana Tuhan mengenal dan berkenan memakainya. --ELS


SABDA.org

Minggu, 18 Maret 2012

Quote

Bila anda mulai ingin
Mengeluh lihat lah kebawah masih banyak orang yg lebih sengsara dari anda.

Bila anda mulai ingin sombong lihatlah ke atas masih banyak orang yg lebih kaya dari anda

:.Quote